Defenisi Cinta
Bagaimakah kita memahami cinta?
Seperti apakah cinta itu?
Adakah cinta yang menyesatkan hati?
Baik atau burukkah cinta itu?
Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta, wajahnya begitu berseri kala ia menemukan kecintaannya pada ilahi. Namun puncak kecintaannya, ia meneteskan air mata di atas sajadahnya. Ia meneteskan air mata kala rindu dengan tuhannya. Ia jua meneteskan air mata kala ia banyak dosa, takut akan jauh dari-Nya. Itulah cinta seorang hamba kepada Rabbnya yang aku lihat.
Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta. Wajahnya begitu ceria menampakkan kebahagiaan luar biasa. Kala para orang tua menimang anak mereka, dengang penuh cinta, segala kasih sayangnya tertuangkan kala menyambut kelahiran sang bayi. ku kira itulah puncak cinta, kebahagiaan yang luar biasa. Ketika sang anak beranjak dewasa, memakai toga tanda lulus sarjana. Sang ibu justru meneteskan air mata kebahagiaan unttuk anaknya. Lagi-lagi kukira itulah puncak cinta, namun kala kulihat sang titipan (anak) diambil Sang Khalik, kulihat cinta yang lebih besar lagi. Puncak dari cinta orang tua kepada anaknya. Tetesan air mata wujud kecintaannya kepada anak yang begitu disayanginya. Begitulah aku melihat cinta
Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta. Wajahnya begitu ceria menampakkan kebahagiaan luar biasa. Kala para orang tua menimang anak mereka, dengang penuh cinta, segala kasih sayangnya tertuangkan kala menyambut kelahiran sang bayi. ku kira itulah puncak cinta, kebahagiaan yang luar biasa. Ketika sang anak beranjak dewasa, memakai toga tanda lulus sarjana. Sang ibu justru meneteskan air mata kebahagiaan unttuk anaknya. Lagi-lagi kukira itulah puncak cinta, namun kala kulihat sang titipan (anak) diambil Sang Khalik, kulihat cinta yang lebih besar lagi. Puncak dari cinta orang tua kepada anaknya. Tetesan air mata wujud kecintaannya kepada anak yang begitu disayanginya. Begitulah aku melihat cinta
Kebahagiaan memang awal dari cinta, senyum di bibir merupakan ungkapan kebahagiaan. Begitu indah terlihat, kala senyum itu bertebaran. Begitu indahnya cinta kala kebahagiaan yang terangkai.
Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta. Kala ia kenakan kebaya, kala jas terpakai rapi. Kala ijab telah terucap. Kulihat senyum diwajah mereka, kulihat cinta pada diri mereka. Kala kehadiran bayi mungil menghiasi mahligai rumah tangga mereka, kulihat senyum itu, kulihat adanya cinta. Saling melengkapi satu dengan lainnya, saling mengisi, dan berbagi, hari demi hari dilewatkan dengan bunga-bunga yang senantiasa tersenyum menatap dunia. Seperti itulah indahnya cinta yang aku lihat. Kala, iya harus pergi jauh. tetesan air mata hadir membasahi pipinya yang lembut di gerbang pintu. Setiap hari ditatapnya gerbang berharap ia segera kembali. Menanti Sang Suami di pintu gerbang. Kala hentakan kaki mulai terdengar, kala Sang Suami telah kembali, tetesan air mata membasahi pipi sembari berlari menuju pelukannya. Air mata lagi-lagi menjadi wujud cinta. Kala ia harus pergi untuk selamanya, air mata jua lah yang menjadi puncak cinta.
aku belum menemukan cinta antar remaja dengan remaja.
Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta. Kala ia kenakan kebaya, kala jas terpakai rapi. Kala ijab telah terucap. Kulihat senyum diwajah mereka, kulihat cinta pada diri mereka. Kala kehadiran bayi mungil menghiasi mahligai rumah tangga mereka, kulihat senyum itu, kulihat adanya cinta. Saling melengkapi satu dengan lainnya, saling mengisi, dan berbagi, hari demi hari dilewatkan dengan bunga-bunga yang senantiasa tersenyum menatap dunia. Seperti itulah indahnya cinta yang aku lihat. Kala, iya harus pergi jauh. tetesan air mata hadir membasahi pipinya yang lembut di gerbang pintu. Setiap hari ditatapnya gerbang berharap ia segera kembali. Menanti Sang Suami di pintu gerbang. Kala hentakan kaki mulai terdengar, kala Sang Suami telah kembali, tetesan air mata membasahi pipi sembari berlari menuju pelukannya. Air mata lagi-lagi menjadi wujud cinta. Kala ia harus pergi untuk selamanya, air mata jua lah yang menjadi puncak cinta.
aku belum menemukan cinta antar remaja dengan remaja.
namun,
kudefenisikan cinta:

Saya mungkin nda' bisa bantu ko kalau masalah "cinta antar remaja dengan remaja". Itu hal yang harus kau temukan sendiri. Tapi, saya cuma mau jawab pertanyaanmu "baik atau burukkah cinta itu?"
BalasHapusCinta itu, selalu baik sih. Tindakan kita, respon kita terhadap cinta itu yang bisa benar (baik) atau salah(buruk) ^^
respon kita. ya... tentunya...,
Hapusapakah berarti cinta mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat salah? apakah cinta dapat menyesatkan kita?
jawabamu keren. keren abist.
berarti kita harus belajar untuk memahami cinta dan harus tau cara memberikan respon positif. :) great job.|
Hm. Seperti itu, 'memahami cinta dan harus tau cara memberikan respon positif".
Hapus"cinta mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat salah? apakah cinta dapat menyesatkan kita?", bisako lihat apa itu masih bisa disebut cinta? Saya rasa itu bukan cinta lagi kalau menyesatkan, tapi nafsu yang berlebihan. Yang menggerakkan kita berbuat salahkarena 'mengaku cinta', bukan cinta lagi.
yaaa...
BalasHapusmembahas cinta memang begitu rumit.
Problematika cinta sampai saat ini belum jua ku pahami. walau berbagai literatur sudah kubaca, tapi tak kunjung paham. Aku tak bisa menjadi sosok yang mencintai diam-diam danjuga tak bisa menunjukkan cinta itu. sehingga terkadang saya salah memahami cinta.
Saya masih harus banyak belajar.
entahlah, saya sendiri bingung. jadi, biarlah cinta itu mengalir. bersama tetesan air mata.
puaaah. hehehhe