Langsung ke konten utama

Defenisi Cinta ala yusran



Defenisi Cinta


Bagaimakah kita memahami cinta?
Seperti apakah cinta itu?
Adakah cinta yang menyesatkan hati?
Baik atau burukkah cinta itu?

Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta, wajahnya begitu berseri kala ia menemukan kecintaannya pada ilahi. Namun puncak kecintaannya, ia meneteskan air mata di atas sajadahnya. Ia meneteskan air mata kala rindu dengan tuhannya. Ia jua meneteskan air mata kala ia banyak dosa, takut akan jauh dari-Nya. Itulah cinta seorang hamba kepada Rabbnya yang aku lihat.

Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta. Wajahnya begitu ceria menampakkan kebahagiaan luar biasa. Kala para orang tua menimang anak mereka, dengang penuh cinta, segala kasih sayangnya tertuangkan kala menyambut kelahiran sang bayi. ku kira itulah puncak cinta, kebahagiaan yang luar biasa. Ketika sang anak beranjak dewasa, memakai toga tanda lulus sarjana. Sang ibu justru meneteskan air mata kebahagiaan unttuk anaknya. Lagi-lagi kukira itulah puncak cinta, namun kala kulihat sang titipan (anak) diambil Sang Khalik, kulihat cinta yang lebih besar lagi. Puncak dari cinta orang tua kepada anaknya. Tetesan air mata wujud kecintaannya kepada anak yang begitu disayanginya. Begitulah aku melihat cinta

Kebahagiaan memang awal dari cinta, senyum di bibir merupakan ungkapan kebahagiaan. Begitu indah terlihat, kala senyum itu bertebaran. Begitu indahnya cinta kala kebahagiaan yang terangkai.

Kulihat senyum diwajah mereka yang menemukan cinta. Kala ia kenakan kebaya, kala jas terpakai rapi. Kala ijab telah terucap. Kulihat senyum diwajah mereka, kulihat cinta pada diri mereka. Kala kehadiran bayi mungil menghiasi mahligai rumah tangga mereka, kulihat senyum itu, kulihat adanya cinta. Saling melengkapi satu dengan lainnya, saling mengisi, dan berbagi, hari demi hari dilewatkan dengan bunga-bunga yang senantiasa tersenyum menatap dunia. Seperti itulah indahnya cinta yang aku lihat. Kala, iya harus pergi jauh. tetesan air mata hadir membasahi pipinya yang lembut di gerbang pintu. Setiap hari ditatapnya gerbang berharap ia segera kembali. Menanti Sang Suami di pintu gerbang. Kala hentakan kaki mulai terdengar, kala Sang Suami telah kembali, tetesan air mata membasahi pipi sembari berlari menuju pelukannya. Air mata lagi-lagi menjadi wujud cinta. Kala ia harus pergi untuk selamanya, air mata jua lah yang menjadi puncak cinta.

aku belum menemukan cinta antar remaja dengan remaja.

namun,

 kudefenisikan cinta:
Cinta itu berawal dari senyuman dan berakhir dengan air mata.(yusran).



Komentar

  1. Saya mungkin nda' bisa bantu ko kalau masalah "cinta antar remaja dengan remaja". Itu hal yang harus kau temukan sendiri. Tapi, saya cuma mau jawab pertanyaanmu "baik atau burukkah cinta itu?"
    Cinta itu, selalu baik sih. Tindakan kita, respon kita terhadap cinta itu yang bisa benar (baik) atau salah(buruk) ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. respon kita. ya... tentunya...,

      apakah berarti cinta mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat salah? apakah cinta dapat menyesatkan kita?

      jawabamu keren. keren abist.
      berarti kita harus belajar untuk memahami cinta dan harus tau cara memberikan respon positif. :) great job.|

      Hapus
    2. Hm. Seperti itu, 'memahami cinta dan harus tau cara memberikan respon positif".
      "cinta mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat salah? apakah cinta dapat menyesatkan kita?", bisako lihat apa itu masih bisa disebut cinta? Saya rasa itu bukan cinta lagi kalau menyesatkan, tapi nafsu yang berlebihan. Yang menggerakkan kita berbuat salahkarena 'mengaku cinta', bukan cinta lagi.

      Hapus
  2. yaaa...
    membahas cinta memang begitu rumit.
    Problematika cinta sampai saat ini belum jua ku pahami. walau berbagai literatur sudah kubaca, tapi tak kunjung paham. Aku tak bisa menjadi sosok yang mencintai diam-diam danjuga tak bisa menunjukkan cinta itu. sehingga terkadang saya salah memahami cinta.
    Saya masih harus banyak belajar.

    entahlah, saya sendiri bingung. jadi, biarlah cinta itu mengalir. bersama tetesan air mata.

    puaaah. hehehhe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah baru

23 peb 2014 inilah jalan yang aku pilih... sebuah langka baru yang akan mengubah jalan hidupku. sebuah jalan yang berat telah penjadi pilihanku. kini, segala bekal harus dipersiapkan dengan matang. tak boleh terusik dengan beban pemikiran lain. tidak juga dengan wanita. hanya pokus pada jalan ini. jalan yang berat, walau hanya sementara. inilah jalan yang aku pilih. jalan yang berat, dengan tujuan yang jelas. hanya pokus pada apa yang aku kerjakan. banyak belajar dari pengalaman dan orang lain.

Nulis lg

Tuesday, March 25, 2014 Setelah sekian lama nda nulis, rasanya kangen untuk menekan tombol-tombol pada keyboard ini. banyak hal yang ingin kuceritakan, namun waktu tak memungkinkan. Intinya, aku berusaha bangkit dan butuh teman yang bisa membantuku untuk itu. is ok lah Saat orang-orang sedang berlari menggapai mimpinya, aku pun tak boleh tinggal diam. GAMBATTE

Go a Way

20 januari 2014 Kepala terasa akan pecah dengan berbagai problematika yang ada membuatku ingin pergio menjauh. namun, aku tak bisa berlari lagi, lari dari masalah bukanlah solusi. Tuhan maafkan aku...Tuhan, tolong bantu aku.. hanya tuhan tempatku meminta saat ini... semoga semua baik2 sj. Belakangan ini aku sempat berpikir bahwa tuhan sedang marah padaku. berbagai kenikmatan telah tuhan berikan untukku yang terkadang membuatku terlena. aku berpikir bahwa tuhan mungkin sengaja memberikan semua kenikmatannya didunia agar bisa menyiksaku sepuas hati di akhirat kelak. aku sangat takut akan hal itu. begitu banyak amanah yang kuterima yang bisa saja kuabaikan karena ketidakmampuanku. tuhan ampuni aku.. kini masalah datang bertubi-tubi... hanya allah tempatku meminta... tuhan tolong bantu aku... engkau maha mengetahui lagi maha bijaksana