Daur ulang sampah plastik?
Saat ini,
sampah plastik sudah mulai merusak lingkungan. Sifat plastik yang tidak dapat
diurai menyebabkan sampah plastik menjadi masalah dalam pencemaran lingkungan.
Namun, apakah daur ulang limbah plastik cukup untuk mengatasi masalah ini?.
Tentu tidak, dan takkan mungkin bisa mengatasinya. Daur ulang hanya bisa
dilakukan pada beberapa sampah saja, lalu bagaimana sampah lainnya? Lama
kelamaan akan menumpuk, tersembunyi dalam tanah tanpa terurai.
Efektivitas dari daur ulang masih
sangat diragukan. Lalu bagaimanakah solusi dari limbah ini?
Jika
kita melihat Negara maju di dunia, sampah plastik bukanlah masalah dalam
pencemaran lingkungan, apalagi sampah plastik semacam ini. Sampah plastik
sangat sulit ditemui bahkan dijual dengan harga yang mahal. Produk plastik juga
sangat kurang sehingga plastik dapat didaur ulang secara maksimal. Jauh berbeda
dengan Negara kita, Indonesia. Di Indonesia, plastik dijual secara gratis. Setiap berbelanja, konsumen akan diberikan
kantong plastik secara Cuma Cuma dan
konsumen sendiri tak tahu mengolah sampah itu setelah digunakan sebagai tempat
belanjaan.
Semakin
banyak orang yang berbelanja, sampah plastik semakin menumpuk. Jika dalam
sehari ada 200 orang yang berbelanja, maka dalam seminggu akan ada minimal 1400
sampah plastik, dalam sebulan minimal 6000 sampah plastik dan dalam setahun
akan mengumpulkan minimal 73000 sampah.
Lalu yang dapat didaur ulang diperkirakan 70% maka 30% akan tertimbun
dan dalam beberapa tahun sampah yang tertimbun akan terus bertambah. Dan
kemudian…..
Mengapa kita tak mencontoh
Negara yang maju, mengurangi produksi plastik dan membuatnya mahal diharga
pasaran. Tidak memberikan plastik secara cuma cuma melainkan memberikannya di saat
betul betul (sangat) dibutuhkan. Kita bisa hidup tanpa plastik. Tapi plastik,
dapat melenyapkan kehidupan kita. Tidak secara langsung, tapi dapat kita lihat
dengan erosi yang ditimbulkan. Ingat, bahwa Indonesia adalah Negara yang subur,
jangan kita rusak dengan sampah plastik. Jangan berharap pada daur ulang saja,
tapi buatlah perubahan.
perubahan
Komentar
Posting Komentar