Langsung ke konten utama

Seorang Dokter




Aku Seorang Dokter
Tuesday, July 23, 2013. 8:30 PM
Ramadhan 2013

Fath eps. 5
“Jung Eui We In,
Ha Eui We Byung”

Aku seorang dokter…
Sebuah pesan yang kukutip dari sebuah film “fath” :

“Tabib Kelas rendah dapat menyembuhkan penyakit, tabib kelas mengengah dapat menyembuhkan orang.”

Aku seorang dokter. Aku seorang tabib. Jikalau tabib kelas rendah hanya dapat menyembuhkan penyakit, sedangkan aku hanya bisa menyembuhkan luka. Tidakkah aku begitu sombong dengan gelar dokter yang kuemban, sedang tabib kelas rendah pun tak tercapai. Aku seorang dokter hanya bisa membalut luka. Aku begitu lemah, masih harus banyak belajar.

Mereka meneriakiku, begitu membanggakan aku sebagai mahasiswa kedokteran, sedang aku masih belajar mengobati luka. biarlah kujadikan itu sebagai motivasi agar terus berkembang, asal aku tetap ingat bahwa aku tak boleh sombong dengan ilmu yang masih dibawah tabib kelas rendah.

Dia juga seorang dokter. Ia mengambil spesialis. Mengkaji ilmu lebih dalam terkait penyakit manusia. Itu pun tak banyak, hanya penyakit tertentu yang dapat diobati. penyakit jantung dapat diobati, tapi butuh dokter lain untuk mengobati kanker. sangat ahli dalam penyakit ginjal, tapi bingung mengatasi luka bakar ataupun menyakit kulit. yaaa…, dia juga seorang dokter. Tabib kelas rendah.

ya…, kulihat banyak phenomena dirumah sakit. kala tabib kelas rendah sudah menyatakan tak ada harapan, ada sesorang disamping sang pasien yang memiliki asa. Ia terus memberi motivasi. Ia berpikir positif, walau air mata tak hentinya menetes. Kutatap matanya yang berkaca-kaca. Indah dan penuh cinta. Jikalau aku sebagai pasien, ingin rasanya segera bangun untuk menghapuskan air matanya. hatiku bergetar melihatnya, begitu terasa hingga pasien yang taksadar pun meneteskan airmata seolah ikut merasakan. Perasaan yang merasuk kejiwa, pengobat rasa sakit. Saat kutanya, dialah adalah tabib kelas menengah. Orang orang menyebutnya keajaiban, padahal Ia ada disisi kita. Tabib itu bukan ilusi, ia nyata dan wujudnya ada. Entah disadari atau tidak, ia selalu disisi kita.
Aku begitu takjub dengan tabib kelas menengah. kala tabib kelas rendah yang sudah mengkaji setiap ilmu kini menyerah, tabib kelas menengah hadir. entah dimana ia belajar, aku seorang dokter ingin belajar. Meraih gelar tabib kelas rendah saja begitu sulit, apakah aku bisa menjadi tabib kelas menengah sedang tak ada buku yang mengkajinya secara detail.  Sekalipun ku kombinasikan ilmu kedokteran dan fisiologi manusia, tetap saja belum mampu menjelaskannya. Ada yang berhasil, adapula yang tidak. Tak ada jaminan teoritis. Wajar saja orang menyebutnya keajaiban. Dialah tabib kelas menengah yang dapat menyembuhkan orang.

lalu,
Siapakah tabib kelas atas???

Ketakjubanku pada tabib menengah membuatku bertanya Tanya. bagaimana dengan tabib kelas atas?, pastilah lebih hebat dari tabib kelas menengah. seberapa hebatkah tabib itu?, hal apalagi yang lebih hebat dari menyembuhkan orang bagi seorang tabib??

yaa…,
Tabib kelas atas. Sadar atau tidak, Ia selalu ada disisimu. Disisi kita. Dia bukan tabib spesialis sebab bukan hanya luka, penyakit, ataupun orang yang dapat disembuhkannya, segalanya bisa diatasiNya. menghidupkan orang yang telah mati sekalipun bukan hal yang sulit bagiNya. Adakah tabib yang seperti itu?, ya.., Dia ada (wujud). Tak ada yang tak bisa dilakukan oleh tabib yang satu ini, karena Dialah yang berkehendak. Dia maha Kuasa. Dia pula yang menciptakan kita, dialah Tuhan. Dia tabib kelas Atas. tak tandingan bagiNya.

Aku seorang dokter, hanya bisa mengobati luka.
jikalau dibangdingkan dengan tabih kelas rendah maupun tabib kelas menengah, aku tak ada apa-apanya, apatah lagi jika dibandingkan dengan tabib kelas atas. maka tidak pantas aku menyombongkan diri. sungguh tak ada yang patut disombongkan.

Aku seorang Dokter,
Aku seorang Tabib,
“Jung Eui We In,
Ha Eui We Byung”

*) pesan yusran untuk teman-teman yang sedang menempuh pendidikan kedokteran

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah baru

23 peb 2014 inilah jalan yang aku pilih... sebuah langka baru yang akan mengubah jalan hidupku. sebuah jalan yang berat telah penjadi pilihanku. kini, segala bekal harus dipersiapkan dengan matang. tak boleh terusik dengan beban pemikiran lain. tidak juga dengan wanita. hanya pokus pada jalan ini. jalan yang berat, walau hanya sementara. inilah jalan yang aku pilih. jalan yang berat, dengan tujuan yang jelas. hanya pokus pada apa yang aku kerjakan. banyak belajar dari pengalaman dan orang lain.

Nulis lg

Tuesday, March 25, 2014 Setelah sekian lama nda nulis, rasanya kangen untuk menekan tombol-tombol pada keyboard ini. banyak hal yang ingin kuceritakan, namun waktu tak memungkinkan. Intinya, aku berusaha bangkit dan butuh teman yang bisa membantuku untuk itu. is ok lah Saat orang-orang sedang berlari menggapai mimpinya, aku pun tak boleh tinggal diam. GAMBATTE

Go a Way

20 januari 2014 Kepala terasa akan pecah dengan berbagai problematika yang ada membuatku ingin pergio menjauh. namun, aku tak bisa berlari lagi, lari dari masalah bukanlah solusi. Tuhan maafkan aku...Tuhan, tolong bantu aku.. hanya tuhan tempatku meminta saat ini... semoga semua baik2 sj. Belakangan ini aku sempat berpikir bahwa tuhan sedang marah padaku. berbagai kenikmatan telah tuhan berikan untukku yang terkadang membuatku terlena. aku berpikir bahwa tuhan mungkin sengaja memberikan semua kenikmatannya didunia agar bisa menyiksaku sepuas hati di akhirat kelak. aku sangat takut akan hal itu. begitu banyak amanah yang kuterima yang bisa saja kuabaikan karena ketidakmampuanku. tuhan ampuni aku.. kini masalah datang bertubi-tubi... hanya allah tempatku meminta... tuhan tolong bantu aku... engkau maha mengetahui lagi maha bijaksana