Langsung ke konten utama

Bidadari untuk ikhwan


Bismillah.                                                              ~rabu 9 juli 2013 (di hari pertama puasa ramadhan)~

Beberapa hari lalu ghirohku (semangatku) sempat surut. entah mengapa, sy sendiri tak tahu. mungkin karena sy jarang lagi ikut ta’lim atau mungkin juga aktivitas dakwah yang terabaikan karena kekurang-fokusanku.  Namun semangat tersebut kucoba bangkitkan kembali hingga darah-darah pejuang jihad seolah mengalir didarahku saat ini.

Beberapa agenda ramadhan yang telah kususun jauh hari sebelumnya kini ku upgrade  kembali. Setiap detik, sudah kutetapkan hal yang akan kulakukan. Sy juga menambah agenda sehingga lebih padat lagi. Sy takkan cerita banyak tentang itu. ada hal lain yang hendak aku sampaikan pada sobat usro atau sobat yan.

Sebuah karya dari Fajar agustanto – bidadari untuk ikhwan- sangat menarik untukku. awalnya sih Cuma iseng baca. Soalnya kata-katanya tak jauh berbeda dengan orang-orang golonganku dikampus. sapaan ikhwan, ana, atau pun antum yang kerap tertulis dalam iringan alur cerita. Banyak pesan yang sy ambil dari cerita yang dibuat akh. fajar ini. Bahasanya pun sangat sesuai dengan gaya dan sikapku saat ini (kadang-kadang). Rugi the klo ga’ baca.

Konsep hukum pidana dan hukum islam yang dipaparkannya mengingatkanku pada para pejuang dakwah yang menamakan dirinya khilafah (perjuangan mengegakkan hukum islam di negeri ini, setauku). Namun bagaimana kita juga menaati ulil amri di Negeri ini. Realitas Negeri ini terkait pidana dalam Negeri dipaparkan sesuai pengamatanku. 

Toleransi dalam beragama juga disinggung dalam alur cerita tersebut dan semakin memperjelas batasan toleransi tersebut. Beberapa pertanyaan yang sering muncul dibenak kita juga dipaparkan dalam cerita. Seperti realitas saat ini, kita juga kerap menemukan orang non-muslim yang memiliki sikap sopan, nan baik, lagi berparas cantik atau gagah. Terkadang membuat kita meneteskan air mata jikalau dilihat dari orang muslim yang dzolim dan tampak tak ber-Etika, padahal Agama Islam adalah agama yang sempurna dan telah mengatur segalanya termasuk bertingkah laku dan hidup bermasyarakat.

Selama ini sy kerap tertipu dengan paras cantiknya para wanita. Sy kerap sulit menjaga mata ini- semoga allah mengampuniku-, namun tak dapat dipungkiri bahwa kecantikan juga menjadi salah satu poin bagi pria dalam memilih pasangan. sekalipun itu adalah poin yang kesekian.

Wanita seperti tokoh dalam “bidadari untuk ikhwan” itulah yang aku idamkan. Kecantikannya terlihat dari tutur katanya yang sopan kian lembut. sosok bidadari idaman semua tentara-tentara Allah. bidadari di bumi Allah yang selalu menjaga diri dan akhlaknya. bidadari yang mampu memberikan nasehat tanpa terdengar menggurui. Wanita yang memberikan kasih sayang, cinta yang tulus lagi pelukan hangat. Wanita yang membangunkanku disubuh hari, wanita yang pertama kali akan kuliahat saat pertama kali membuka mata dipagi hari dan dapat kukecup keningnya sebelum aku tidur. bidadari yang mengijinkan suaminya nikah lagi. heh. hehehhehe just kidding.

Sy seorang ikhwan (harapku). Pada dasarnya Sy memang seorang ikhwan (Sy pria muslim), namun sy betul betul ingin menjadi muslim sejati, mengamalkan sunnah rasul berpedoman pada Al-Qquran dan hadist. Seperti yang telah sy tuliskan sebelumnya bahwa menjadi ikhwan itu menyenangkan –nikmatnya menjadi ikhwan-. sy hendak bergabung dengan tentara tentara Allah yang berjuang menegakkan dinul Islam. Sy hendak menjadi golongan kecil di bumi ini yang allah sebutkan, golongan yang dinantikan oleh bidadari yang cantik jelita. jikalau malaikat jibril saja begitu terpesona dan kagum akan kecantikan bidadari sehingga bertanya tanya, sedang bidadari dengan jelas  memberi jawaban “wahai malaikat jibril, kecantikan dan segala yang ada pada diriku diciptakan untuk manusia yang berjuang dijalan Allah. kini syu menanti kehadiran tentara tentara Allah tersebut”. ikhwan mereka telah menantimu, maka cepat-cepat mati sana, hehehheh. asalkan matinya tetap dalam keadaan Islam.

Jika kita yang belajar agama islam saat ini, mencoba memperdalam ilmu akhirat belum tentu dapat mati dalam keadaan islam . Apatah lagi mereka yang tak pernah mau belajar islam terlebih jikalau murtad dari agama islam seperti yang ada dalam dalam alur cerita diatas.
ikwan, saya tak ingin berbagi cerita tersebut. untaian kata yang aku uraikan takkan cukup, dan akan lebih baik jikalau anda membacanya sendiri.
Mari ambil faedahnya....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah baru

23 peb 2014 inilah jalan yang aku pilih... sebuah langka baru yang akan mengubah jalan hidupku. sebuah jalan yang berat telah penjadi pilihanku. kini, segala bekal harus dipersiapkan dengan matang. tak boleh terusik dengan beban pemikiran lain. tidak juga dengan wanita. hanya pokus pada jalan ini. jalan yang berat, walau hanya sementara. inilah jalan yang aku pilih. jalan yang berat, dengan tujuan yang jelas. hanya pokus pada apa yang aku kerjakan. banyak belajar dari pengalaman dan orang lain.

Nulis lg

Tuesday, March 25, 2014 Setelah sekian lama nda nulis, rasanya kangen untuk menekan tombol-tombol pada keyboard ini. banyak hal yang ingin kuceritakan, namun waktu tak memungkinkan. Intinya, aku berusaha bangkit dan butuh teman yang bisa membantuku untuk itu. is ok lah Saat orang-orang sedang berlari menggapai mimpinya, aku pun tak boleh tinggal diam. GAMBATTE

Go a Way

20 januari 2014 Kepala terasa akan pecah dengan berbagai problematika yang ada membuatku ingin pergio menjauh. namun, aku tak bisa berlari lagi, lari dari masalah bukanlah solusi. Tuhan maafkan aku...Tuhan, tolong bantu aku.. hanya tuhan tempatku meminta saat ini... semoga semua baik2 sj. Belakangan ini aku sempat berpikir bahwa tuhan sedang marah padaku. berbagai kenikmatan telah tuhan berikan untukku yang terkadang membuatku terlena. aku berpikir bahwa tuhan mungkin sengaja memberikan semua kenikmatannya didunia agar bisa menyiksaku sepuas hati di akhirat kelak. aku sangat takut akan hal itu. begitu banyak amanah yang kuterima yang bisa saja kuabaikan karena ketidakmampuanku. tuhan ampuni aku.. kini masalah datang bertubi-tubi... hanya allah tempatku meminta... tuhan tolong bantu aku... engkau maha mengetahui lagi maha bijaksana