Langsung ke konten utama

SalaH AraH



Salah Arah…

Afwan akh.
Sepertinya sy mulai sirih dengan sikapnya antum. Pikirku ini sudah melenceng dari ajaran rasulullah. Teman, maaf, bukan maksudku . . .
Kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan. Jangan sampai km menodai arti cinta, berduaan dengan atas nama cinta. Sungguh, cinta yg sy pahami tidak demikian. Cinta yg sy pahami ialah cinta yg suci, cinta karena allah, cinta sesama muslim yg persaudaraannya lebih kuat dari ikatan keturunan sekalipun. Sy teringat postingan kamelia yg mengatakan “di kelas kita begitu banyak cinta, tapi cinta yg bagaimana dulu, tentunya cinta yg pada tempatnya”, sy menilainya sebagai teguran. Sy melihat ada cinta yg tidak pada tempatnya.
Sungguh sy sangat memahami perasaanmu. Sy pun pernah jatuh cinta. Tapi aku rasa ini sudah salah arah. – kami kan Cuma berbincang bincang, tidak lebih, sy bahkan tidak menyentuh kulitnya, ada jarak diantara kami-, ya, itulah pembelaan yg kadang mampir dibenakku. Pembelaan yg sangat tidak logis untuk kita sebagai matematikawan. Awalnya hanya berbingcang bincang namun akhirnya …, jika sudah berani menyentuh kulit yg bukan mahrammu, itu berarti km sudah melampaui batas. Ada jarak, tp daya tariknya cukup kuat untuk membuat jarak menjadi nol. Mungkin awalnya 1 meter, kemudian kemarin jd 50 cm, hari ini lebih dekat, maka besok …, sungguh diantara orang yg berduaan ada syaitan menjadi yg ketiga.
La takrabuzzina (jangan dekati zina)
Sebenarnya akalku tidak begitu setuju dengan perkataan akh. Suradi yg mengatakan bahwa ia tidak mau bicara dengan wanita, kecuali sangat urgen dan tidak ada cara lain selain harus bicara secara langsung. Sy tidak segitu amat, kalau mau bicara sy langsung bicara sj sama mereka. Tapi melihat tinggkahmu membuat akalku membenarkan perkataan akh. Suradi. Teman, jangan sampai kita melampaui batas. Jangan sampai kita melakukan hal yg tidak pernah dicontohkan rasulullah apalagi yg dilarangnya. Ujian bagi ikhwa memang lebih berat, karena syaitan akan terus berusaha menjerumuskan orang orang yg masih memiliki keimanan didalam hatinya.
Teman, tidakkah kamu iri (dalam artian positif, ingin sepertinya…) kepada ali bin abi thalib dan Fatimah. Mereka saling mencintai, saling mengetahui bahwa mereka saling cinta, tapi mereka tak pernah mengumbarnya, bahkan syaitan pun tak tahu. Cintanya luar biasa. Bukan sekadar Nafsu yg menggebu sesaat semata. Bukan cinta, jika memiliki titik jenuh saat bersamanya.
Kemarin (12 des ’14) fitrah bilang ia kecewa. Kata-kata itu membuatku terdiam sejenak. Membuatku tersadar akan sikapku jua selama ini. Padahal fitrah cm bilang kecewa sm kamu, karena tingkahmu kala itu. Setelah dipikir2, betul. Sy pun kecewa. Itu bukanlah km yg sy kenal selama ini, sy melihatmu berbeda.
Maaf, bukan maksudku …
Tp, itulah yg ada dibenakku.
 Jumat, 13 12 14

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah baru

23 peb 2014 inilah jalan yang aku pilih... sebuah langka baru yang akan mengubah jalan hidupku. sebuah jalan yang berat telah penjadi pilihanku. kini, segala bekal harus dipersiapkan dengan matang. tak boleh terusik dengan beban pemikiran lain. tidak juga dengan wanita. hanya pokus pada jalan ini. jalan yang berat, walau hanya sementara. inilah jalan yang aku pilih. jalan yang berat, dengan tujuan yang jelas. hanya pokus pada apa yang aku kerjakan. banyak belajar dari pengalaman dan orang lain.

Nulis lg

Tuesday, March 25, 2014 Setelah sekian lama nda nulis, rasanya kangen untuk menekan tombol-tombol pada keyboard ini. banyak hal yang ingin kuceritakan, namun waktu tak memungkinkan. Intinya, aku berusaha bangkit dan butuh teman yang bisa membantuku untuk itu. is ok lah Saat orang-orang sedang berlari menggapai mimpinya, aku pun tak boleh tinggal diam. GAMBATTE

Go a Way

20 januari 2014 Kepala terasa akan pecah dengan berbagai problematika yang ada membuatku ingin pergio menjauh. namun, aku tak bisa berlari lagi, lari dari masalah bukanlah solusi. Tuhan maafkan aku...Tuhan, tolong bantu aku.. hanya tuhan tempatku meminta saat ini... semoga semua baik2 sj. Belakangan ini aku sempat berpikir bahwa tuhan sedang marah padaku. berbagai kenikmatan telah tuhan berikan untukku yang terkadang membuatku terlena. aku berpikir bahwa tuhan mungkin sengaja memberikan semua kenikmatannya didunia agar bisa menyiksaku sepuas hati di akhirat kelak. aku sangat takut akan hal itu. begitu banyak amanah yang kuterima yang bisa saja kuabaikan karena ketidakmampuanku. tuhan ampuni aku.. kini masalah datang bertubi-tubi... hanya allah tempatku meminta... tuhan tolong bantu aku... engkau maha mengetahui lagi maha bijaksana