Langsung ke konten utama

Bagaimanakah Masa Depannya?

Bagaimakah Masa depannya?

Penuh tanya dibenak sy, hari ini. menanyakan tentang orang lain. bagaimana ia memikirkan masa depannya?.

Hari ini, tiga kali sy dipajak oleh mahasiswa berambut gondrong. Diminta membeli sebuah stiker dengan harga yang luar biasa. 20.000 rupiah untuk stiker berukuran 4x4, yang kemungkinan hanya digunakan untuk membeli sebungkus rokok.
Bagaimakah ia memikirkan masa depannya?, akankah kelak ia menceritakan kisah hidupnya yang begitu tragis semasa kuliah pada anak anaknya? akankah ia terus seperti itu?

Bagaimanakah masa depannya?

Saat ini mungkin dengan bangga melakukan semua tindakan tersebut. Hati merasa senang ketika berhasil memajak orang lemah. hati merasa senang ketika menikmati uang rampasan. TETAPI, itu hanya sesaat. setelahnya, kenikmatan itu akan lenyap. tersisa hanya citra buruk dari korban. Jika korbannya telah sukses, akankah korban tersebut mau membantunya?, dengan segenap citra buruk yang telah dibangun, bagaimanakah ia merancang masa depannya?.
Jika sy jadi dia, sy sulit melihat masa depan. sy penasaran dengan pola pikirnya. Mungkinkah iya sudah menyiapkan diri untuk masa depan sehingga ia tidak peduli akan hal itu.

Sungguh, tak perlu susah-susah membangun citra buruk, kerena akan ada dengan sendirinya. bagi sy itu manusiawi. tapi bagimana kita berusaha lebih baik, merangcang masa depan yang cerah..

to the bright future...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah baru

23 peb 2014 inilah jalan yang aku pilih... sebuah langka baru yang akan mengubah jalan hidupku. sebuah jalan yang berat telah penjadi pilihanku. kini, segala bekal harus dipersiapkan dengan matang. tak boleh terusik dengan beban pemikiran lain. tidak juga dengan wanita. hanya pokus pada jalan ini. jalan yang berat, walau hanya sementara. inilah jalan yang aku pilih. jalan yang berat, dengan tujuan yang jelas. hanya pokus pada apa yang aku kerjakan. banyak belajar dari pengalaman dan orang lain.

Nulis lg

Tuesday, March 25, 2014 Setelah sekian lama nda nulis, rasanya kangen untuk menekan tombol-tombol pada keyboard ini. banyak hal yang ingin kuceritakan, namun waktu tak memungkinkan. Intinya, aku berusaha bangkit dan butuh teman yang bisa membantuku untuk itu. is ok lah Saat orang-orang sedang berlari menggapai mimpinya, aku pun tak boleh tinggal diam. GAMBATTE

Go a Way

20 januari 2014 Kepala terasa akan pecah dengan berbagai problematika yang ada membuatku ingin pergio menjauh. namun, aku tak bisa berlari lagi, lari dari masalah bukanlah solusi. Tuhan maafkan aku...Tuhan, tolong bantu aku.. hanya tuhan tempatku meminta saat ini... semoga semua baik2 sj. Belakangan ini aku sempat berpikir bahwa tuhan sedang marah padaku. berbagai kenikmatan telah tuhan berikan untukku yang terkadang membuatku terlena. aku berpikir bahwa tuhan mungkin sengaja memberikan semua kenikmatannya didunia agar bisa menyiksaku sepuas hati di akhirat kelak. aku sangat takut akan hal itu. begitu banyak amanah yang kuterima yang bisa saja kuabaikan karena ketidakmampuanku. tuhan ampuni aku.. kini masalah datang bertubi-tubi... hanya allah tempatku meminta... tuhan tolong bantu aku... engkau maha mengetahui lagi maha bijaksana