Bagaimakah Masa depannya?
Penuh tanya dibenak sy, hari ini. menanyakan tentang orang lain. bagaimana ia memikirkan masa depannya?.
Hari ini, tiga kali sy dipajak oleh mahasiswa berambut gondrong. Diminta membeli sebuah stiker dengan harga yang luar biasa. 20.000 rupiah untuk stiker berukuran 4x4, yang kemungkinan hanya digunakan untuk membeli sebungkus rokok.
Bagaimakah ia memikirkan masa depannya?, akankah kelak ia menceritakan kisah hidupnya yang begitu tragis semasa kuliah pada anak anaknya? akankah ia terus seperti itu?
Bagaimanakah masa depannya?
Saat ini mungkin dengan bangga melakukan semua tindakan tersebut. Hati merasa senang ketika berhasil memajak orang lemah. hati merasa senang ketika menikmati uang rampasan. TETAPI, itu hanya sesaat. setelahnya, kenikmatan itu akan lenyap. tersisa hanya citra buruk dari korban. Jika korbannya telah sukses, akankah korban tersebut mau membantunya?, dengan segenap citra buruk yang telah dibangun, bagaimanakah ia merancang masa depannya?.
Jika sy jadi dia, sy sulit melihat masa depan. sy penasaran dengan pola pikirnya. Mungkinkah iya sudah menyiapkan diri untuk masa depan sehingga ia tidak peduli akan hal itu.
Sungguh, tak perlu susah-susah membangun citra buruk, kerena akan ada dengan sendirinya. bagi sy itu manusiawi. tapi bagimana kita berusaha lebih baik, merangcang masa depan yang cerah..
to the bright future...
Komentar
Posting Komentar